Al-Qur’an yang Kokoh dan Indah (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Huud, Ayat 1)

Ikhwah fillah, Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah Huud ayat 1 menyifati Al-Qur’an, bahwa seluruh isinya adalah muhkam. Firman-Nya:

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Artinya: “Alif lam ra. (Inilah) sebuah kitab yang ayat-ayatnya di-muhkam-kan, dikokohkan serta dijelaskan secara rinci, diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.”

Sedangkan di tempat lain, Dia tabaaraka wa ta’ala menyifati Al-Qur’an, bahwa seluruh isinya adalah mutasyabih. Dia berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 23:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَاباً مُتَشَابِهاً مَثَانِي

Artinya: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur’an yang mutasyabih lagi berulang-ulang.”

Bagi ikhwah yang pernah mempelajari ‘ulumul Qur’an mungkin bingung dengan hal ini. Kita mungkin dulu pernah mendengar pembahasan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu sebagiannya muhkam, sebagian lagi mutasyabih. Ini pun bukan rekaan belaka, bahkan ia punya dasar yang kuat. Ia berasal dari firman Allah ta’ala dalam surah Aali ‘Imraan ayat 7:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ

Artinya: “Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Di antara (isi)-nya ada ayat-ayat muhkamat (jamak dari muhkam), itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lainnya berupa (ayat-ayat) mutasyabihat (jamak dari mutasyabih).”

Tambah membingungkan lagi jika dikatakan bahwa seluruh ayat Al-Qur’an itu adalah muhkam, sekaligus seluruhnya juga adalah mutasyabih. Ini membingungkan, karena muhkam itu berbeda dengan mutasyabih, bahkan bertolak belakang.

Bagaimana Mengkompromikan Semua Ini?

Syaikh Manna’ Al-Qaththan dalam Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’aan memberikan penjelasan yang sangat baik. Beliau menyatakan bahwa maksud Al-Qur’an seluruhnya muhkam adalah Al-Qur’an itu kata-katanya kokoh, fasih (indah dan jelas), dan ia membedakan antara yang haq dengan yang batil, serta antara yang benar dan yang dusta. Hal ini sesuai dengan makna bahasa dari muhkam, yaitu ‘yang dikokohkan’.

Berdasarkan definisi muhkam di atas, Al-Qur’an seluruhnya adalah muhkam.

Sedangkan maksud Al-Qur’an seluruhnya mutasyabih adalah Al-Qur’an itu sebagian kandungannya serupa dengan sebagian yang lain dalam kesempurnaan dan keindahannya, dan sebagiannya membenarkan sebagian yang lain, serta sesuai pula maknanya. Hal ini sesuai dengan makna bahasa dari mutasyabih, yaitu ‘salah satu dari dua hal serupa dengan yang lain’.

Berdasarkan definisi mutasyabih di atas, Al-Qur’an seluruhnya adalah mutasyabih.

Dari penjelasan di atas, Al-Qur’an seluruhnya muhkam, sekaligus seluruhnya adalah mutasyabih. Al-Qur’an kata-katanya kokoh dan indah, membedakan antara yang haq dengan yang batil, serupa ayat-ayatnya serta sebagiannya membenarkan sebagian yang lain.

Adapun yang disebutkan dalam surah Aali ‘Imraan ayat 7, makna muhkam dan mutasyabih di sana merupakan makna khusus, yang masing-masing memang berbeda, bahkan bertolak belakang. Inilah yang biasanya jadi pembahasan para pengkaji ‘ulumul Qur’an.

Ada beberapa pendapat ulama tentang makna muhkam dan mutasyabih yang ditunjukkan dalam surah Aali ‘Imraan ayat 7 ini. Di antaranya:

1. Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya, sedangkan mutasyabih hanya diketahui maksudnya oleh Allah sendiri.

2. Muhkam adalah ayat yang hanya mengandung satu sisi makna saja (wajhan wahidan), sedangkan mutasyabih mengandung banyak makna (awjuh).

3. Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung, tanpa memerlukan keterangan lain, sedangkan mutasyabih tidak seperti itu, ia memerlukan penjelasan dengan merujuk kepada ayat-ayat lain.

Untuk mengkaji bahasan ini lebih dalam, silakan rujuk kitab-kitab ‘ulumul Qur’an.

Semoga bermanfaat.

Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariiq.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *