Amanah yang Sangat Besar (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Al-Ahzab, Ayat 72)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab [33]: 72)

Dalam sebuah riwayat, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ibn Katsir, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan bahwa yang dimaksud amanah di ayat ini adalah ketaatan. Dalam riwayat lain dari Ibn ‘Abbas, masih dalam Tafsir Ibn Katsir, beliau menyatakan makna amanah di sini adalah kewajiban-kewajiban. Allah menawarkan amanah ini kepada langit, bumi dan gunung-gunung, jika mereka menunaikannya mereka akan mendapat pahala, dan jika mereka tidak menunaikannya mereka akan mendapat siksa. Mereka tidak menyukainya dan enggan untuk mengambilnya. Mereka enggan bukan karena maksiat kepada Allah, namun karena sadar akan keagungan diin Allah, dan khawatir tidak sanggup menunaikannya. Kemudian amanah ini ditawarkan kepada Adam ‘alaihis salam, dan beliau menerimanya. Inilah yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala: {Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.}

Menurut Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, amanah di ayat ini mencakup seluruh taklif syariah dan kewajiban agama, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama. Amanah ini merupakan sesuatu yang sangat besar dan agung, hingga langit, bumi dan gunung-gunung tidak mau memikulnya. Namun, manusia bersedia memikulnya, hingga ia disebut sangat zalim dan sangat bodoh, karena ia tidak memahami besar dan beratnya tugas memikul amanah ini.

Al-Insan (manusia) di ayat ini bersifat umum, hingga mencakup orang kafir, munafiq, pelaku maksiat, dan orang yang beriman. Hanya orang-orang berimanlah yang mampu memikul amanah yang sangat berat ini, amanah yang tidak mampu dipikul oleh makhluk Allah yang jauh lebih besar dari manusia, yaitu langit, bumi dan gunung-gunung. Sisanya, mayoritas manusia yang kafir, munafiq dan para ahli maksiat, tidak mampu memikul amanah ini, dan mereka akan mendapat siksa yang pedih kelak di akhirat.

Semoga Allah menolong kita untuk memikul amanah yang sangat besar ini. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan daya upaya dan kekuatan Allah ta’ala.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *