Definisi Al-Qur’an dan Nama-Namanya

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Definisi Al-Qur’an

Secara bahasa, al-Qur’an (القرآن) merupakan sinonim dari al-Qiraah (القراءة), mashdar dari qara’a (قرأ), yang berarti ‘mengumpulkan dan menggabungkan antar huruf dan kata secara rapi dan teratur’.

Adapun secara istilah, syaikh Manna’ al-Qaththan menjelaskan bahwa al-Qur’an sulit didefinisikan secara manthiqi (rasional), dengan batasan yang sangat jelas. Namun begitu, beliau tetap mengajukan definisi dari para ulama, yang menurut beliau paling mendekati makna al-Qur’an dan paling jelas menunjukkan perbedaannya dengan yang lain.

Definisinya adalah:

كلام الله المنزل على محمد صلى الله عليه وسلم المتعبد بتلاوته

Artinya: “Kalam Allah yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang membacanya dinilai sebagai ibadah.”

Makna kalam mencakup seluruh jenis kalam (perkataan). Penyandarannya kepada Allah, menjadi Kalamullah, mengeluarkan seluruh kalam dari selain-Nya, baik kalam manusia, kalam jin, maupun kalam malaikat.

Frase ‘yang diturunkan’ mengeluarkan semua jenis Kalamullah yang ada pada perbendaharaan-Nya, yang tidak diturunkan kepada manusia dan makhluk lainnya.

Frase ‘kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam’ mengeluarkan semua Kalamullah yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Taurat, Injil, dan lainnya.

Frase ‘yang membacanya dinilai sebagai ibadah’ mengeluarkan semua qiraat ahad (tidak mutawatir) dan hadits qudsi –jika kita beranggapan hadits qudsi lafazh-lafazhnya juga berasal dari Allah ta’ala–. Yang membaca al-Qur’an, baik dalam shalat maupun di waktu lainnya, dinilai sebagai ibadah, sedangkan qiraat ahad dan hadits qudsi tidak dinilai ibadah.

Demikianlah definisi al-Qur’an, yang menurut Manna’ al-Qaththan, paling mendekati hakekat dari al-Qur’an tersebut.

Nama-nama Al-Qur’an

Al-Qur’an memiliki beberapa nama, yaitu:

1. Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’ [17]: 9)

2. Al-Kitab, sebagaimana firman Allah ta’ala:

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kalian Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kalian.” (QS. Al-Anbiyaa [21]: 10)

3. Al-Furqan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan [25]: 1)

4. Ad-Dzikr, sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9)

5. At-Tanzil, sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya ia benar-benar diturunkan (tanzil) oleh Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu’araa [26]: 192)

Selesai dengan izin Allah ta’ala.

Sumber rujukan:
Mabahits fii ‘Uluumil Qur’an karya Manna’ al-Qaththan

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *