Dunia, Kesenangan yang Sedikit dan Sebentar (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Al-An’aam, Ayat 32)

Ikhwah fillah, seringkali kita berusaha keras meraih harta dan kedudukan dunia. Kita berusaha keras mencari harta dunia, kita kumpulkan dan tumpuk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita yang tiada habisnya. Seakan itulah tujuan hidup kita. Kita pun berusaha keras meraih kedudukan dunia, mengharapkan penghormatan dan pengagungan di tengah-tengah manusia.

Kita berusaha keras meraih harta dan kedudukan dunia tersebut. Kadang harus melanggar aturan Allah. Kadang dengan mengorbankan waktu ibadah kepada Allah. Seakan harta dan kedudukan dunia tersebut menjadi tujuan utama kita. Benarkah sikap seperti ini? Bagaimana Al-Qur’an memandang dunia ini?

Mari kita perhatikan firman Allah dalam surah Al-An’aam ayat 32 berikut ini:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Artinya: “Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?”

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, dalam At-Tafsiir Al-Muniir, menyatakan bahwa umumnya aktivitas manusia di kehidupan dunia ini hanyalah permainan yang tidak ada manfaatnya, dan senda gurau yang mengalihkannya dari kemaslahatan yang hakiki. Dunia ini hanya berupa kesenangan yang sedikit dan sangat sebentar. Sedangkan akhirat sebaliknya, ia berisi kesenangan yang jauh lebih nikmat dan lebih kekal.

Kenikmatan akhirat jauh lebih kekal dan abadi. Kenikmatan yang tiada kesusahan. Kesenangan yang tanpa kesulitan. Sayangnya, banyak manusia melupakan akhirat demi menggapai kesenangan dunia yang sebentar. Demi harta dunia yang sedikit, demi meraih kedudukan di tengah-tengah manusia, banyak orang menutup mata dari akhirat, seakan akhirat itu hanya perkara khayali, tidak benar-benar ada.

Allah ta’ala berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Artinya: “Tetapi kalian memilih kehidupan dunia. Sedangkan kehidupan akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa: 16-17)

Bagaimana seharusnya?

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, amal dunia itu bisa dibagi dua. Pertama, amal dunia yang motivasi dan tujuannya hanya dunia. Tidak ada kebaikan dan manfaat bagi amal seperti ini. Seandainya terlihat kebaikan padanya, maka itu hanya tipuan yang melenakan. Kedua, amal dunia yang berorientasi akhirat. Ini adalah amal orang-orang shalih dan bertakwa. Mereka beramal di dunia dengan beragam amal shalih yang mengantarkan kebaikan untuk akhirat mereka.

Semoga kita bisa menggunakan kehidupan kita yang sebentar di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Memperbanyak amal shalih yang akan menjadi jalan kita mendapat rahmat Allah dan surga-Nya yang seluas langit dan bumi, sekaligus menghindari amal-amal yang hanya berorientasi dunia, yang tak ada nilainya di sisi Allah ta’ala.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *