Hadits Mudhtharib

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

A. Definisi Hadits Mudhtharib

Hadits mudhtharib adalah hadits yang diriwayatkan dalam bentuk yang berbeda-beda, yang masing-masing sama kuatnya.

Maksud dari definisi di atas adalah bahwa hadits mudhtharib merupakan hadits yang diriwayatkan dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda dan saling bertentangan, yang riwayat-riwayat tersebut tidak mungkin dikompromikan sama sekali. Riwayat-riwayat tersebut pun sama kekuatannya dari semua sisi, hingga tak bisa dilakukan tarjih terhadap salah satu riwayat yang ada.

B. Syarat Suatu Hadits Disebut Mudhtharib

Dari penjelasan di atas, suatu hadits tidak disebut hadits mudhtharib, kecuali memenuhi dua syarat berikut ini:

(1) Riwayat-riwayat yang ada berbeda-beda, yang tak mungkin dilakukan kompromi terhadap riwayat-riwayat tersebut.

(2) Semua riwayat yang ada sama kekuatannya, hingga tak mungkin dilakukan tarjih terhadap salah satu riwayat yang ada.

Jika salah satu riwayat mampu ditarjih (dikuatkan) atas riwayat yang lain, atau riwayat-riwayat tersebut mungkin untuk dikompromikan (di-jama’) dalam bentuk yang bisa diterima, maka hadits tersebut tidak dinamakan hadits mudhtharib. Pada kondisi ini, kita mengamalkan riwayat hadits yang rajih (yang kuat) jika tarjih bisa dilakukan, atau mengamalkan seluruh riwayat hadits jika mungkin dilakukan kompromi terhadap semua riwayat tersebut.

C. Macam-Macam Mudhtharib

Dilihat dari sisi terjadinya idhthirab, mudhtharib terbagi menjadi dua, yaitu mudhtharib sanad dan mudhtharib matan. Terjadinya idhthirab pada sanad paling banyak terjadi.

(1) Mudhtharib Sanad

Misalnya hadits Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya melihat Anda telah beruban.” Kemudian Rasulullah berkata:

شيبتني هود وأخواتها

Artinya: “Surat Hud dan saudari-saudarinya telah membuat saya beruban.” (HR. At-Tirmidzi)

Ad-Daraquthni berkata tentang hadits ini:

“Hadits ini mudhtharib, karena ia hanya diriwayatkan melalui jalur Abi Ishaq. Terjadi perselisihan terhadap riwayatnya hingga mencapai 10 sisi perbedaan. Ada yang meriwayatkannya secara mursal. Ada juga yang meriwayatkannya secara maushul (tersambung). Ada yang menjadikannya dari musnad Abu Bakr. Ada yang menjadikannya dari musnad Sa’ad. Ada yang menjadikannya dari musnad ‘Aisyah, dan lain-lain. Para periwayat hadits-hadits tersebut tsiqah, tidak mungkin mentarjih salah satunya. Mengkompromikannya pun tidak memungkinkan.”

(2) Mudhtharib Matan

Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Syarik, dari Abi Hamzah, dari Asy-Sya’bi, dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang zakat, kemudian beliau bersabda:

إن في المال لحقا سوى الزكاة

Artinya: “Sesungguhnya dalam harta itu terdapat hak selain zakat.”

Sementara itu, Ibn Majah meriwayatkan hadits dari sisi ini juga, dengan lafazh:

ليس في المال حق سوى الزكاة

Artinya: “Tidak ada hak pada harta itu selain zakat.”

Al-‘Iraqi berkata: “Ini adalah idhthirab, tidak bisa dita’wil.”

D. Pada Siapa Berlaku Idhthirab?

(1) Kadang idhthirab terjadi pada satu rawi saja, yaitu ketika ia meriwayatkan suatu hadits dengan berbagai bentuk yang berbeda.

(2) Kadang juga terjadi pada sekelompok rawi, yaitu ketika masing-masing dari mereka meriwayatkan hadits dengan bentuk yang berbeda dari yang diriwayatkan oleh yang lain.

E. Sebab Dhaifnya Mudhtharib

Hadits mudhtharib dianggap hadits yang dhaif, karena terjadinya idhthirab menunjukkan tidak dhabith-nya rawi-rawi yang meriwayatkan hadits tersebut.

F. Kitab Paling Populer yang Membahas Hal ini

Kitab yang paling populer membahas hal ini adalah kitab “Al-Muqtarib fii Bayaan Al-Mudhtharib” karya Al-Hafizh Ibn Hajar.

Wallahu a’lam.

Rujukan:
Taysiir Mushthalah Al-Hadiits, karya Dr. Mahmud Ath-Thahhan

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *