Keutamaan Menuntut Ilmu Syar’i (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah At-Taubah, Ayat 122)

Banyak dalil yang menunjukkan keutamaan menuntut ilmu syar’i. Salah satunya adalah firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 122. Allah ta’ala berfirman di ayat tersebut:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, dalam kitab tafsir beliau, At-Tafsir Al-Munir menyampaikan beberapa pelajaran dari ayat ini, yaitu (dengan redaksi dari penyusun):

1. Jihad hukumnya fardhu kifayah, bukan fardhu ‘ain. Ini terlihat jelas dari ayat ini, karena di ayat ini Allah tidak menginginkan orang-orang beriman pergi seluruhnya ke medan jihad. Selain itu, seandainya semua pergi berjihad, maka umat akan kehilangan kemaslahatannya, karena urusan-urusan umat yang lain akan terabaikan.

2. Menuntut ilmu syar’i dan memperdalam Al-Qur’an dan As-Sunnah hukumnya fardhu kifayah. Hukum fardhu kifayah ini disimpulkan dari berbagai dalil, termasuk ayat ini. Ayat ini berisi dorongan untuk menuntut ilmu, dan kemudian kewajibannya ditegaskan lagi oleh dalil-dalil lain, misalnya hadits “Menuntut ilmu wajib atas seluruh muslim”.

3. Tujuan dari memperdalam agama di ayat ini adalah agar mereka setelahnya bisa menjadi penyeru umat ke jalan kebenaran. Jadi, memperdalam agama bukan hanya untuk mengumpulkan dalil dan argumentasi, kemudian digunakan untuk menonjolkan diri dan meremehkan orang lain. Bukan untuk itu.

Az-Zuhaili juga menegaskan posisi penting dari aktivitas menuntut ilmu, salah satunya dengan mengutip hadits riwayat Muslim:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Artinya: “Siapa yang Allah inginkan baginya kebaikan, Allah akan pahamkan ia agama.”

Inilah peran penting ilmu syar’i dan wajibnya umat Islam untuk mempelajarinya. Setiap muslim yang mendalam pengetahuannya tentang agama, tentu akan sepakat pentingnya ilmu. Bahkan sangat banyak ungkapan para ulama salaf yang menyatakan ilmu lebih baik dari amal, ilmu lebih baik dari ibadah, dan semisalnya.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *