Mengapa Kita Harus Meningkatkan Wawasan Keislaman Kita?

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyatakan perbuatan dosa atau kemaksiatan yang dilakukan manusia disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu (1) fitnah syahwat dan (2) fitnah syubhat. (Hal ini beliau jelaskan panjang lebar di kitab Ighaatsah Al-Lahfaan Min Mashaayid Asy-Syaythaan)

Fitnah syahwat melahirkan kemaksiatan yang disebabkan tak mampunya seseorang mengendalikan gejolak syahwatnya. Pada kondisi ini, ia sebenarnya sadar dan tahu bahwa yang dilakukannya adalah kemaksiatan, namun ia kadang lepas kendali hingga kemaksiatan tersebut terjadi. Kemaksiatan jenis ini bisa terjadi pada orang awam maupun orang berilmu. Obatnya adalah pengendalian diri dan sabar dalam ketaatan.

Sedangkan fitnah syubhat melahirkan kemaksiatan yang disebabkan oleh salah pikir atau kejahilan seseorang terhadap Islam. Pelaku kemaksiatan jenis ini tidak menyadari bahwa dirinya bermaksiat, bahkan bisa jadi ia menganggap dirinya berada di atas jalan kebenaran dan sedang membela Islam. Inilah fitnah yang menimpa kelompok-kelompok menyimpang seperti Khawarij dan lainnya.

Fitnah syubhat ini jauh lebih besar dan berat dibanding fitnah syahwat, karena orang yang terkena fitnah syahwat sadar dirinya seorang pendosa, sedangkan yang terkena fitnah syubhat tak sadar. Ia bahkan bisa jadi mengklaim dirinya sebagai pembawa panji kebenaran. Yang berada bersamanya diklaim sebagai ahlul haq, sedangkan yang berseberangan dianggap sebagai ahlul bathil.

Obat bagi fitnah syubhat ini adalah ilmu. Ilmu yang benar, yang diraih dengan manhaj yang benar, akan menghindarkan seseorang dari fitnah syubhat.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *