Mengenal Hadits Shahih Lighairihi dan Hasan Lighairihi

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

A. Hadits Shahih Lighairihi

Ta’rif

Hadits shahih lighairihi adalah hadits hasan lidzatihi yang dikuatkan oleh periwayatan lain yang semisalnya atau yang lebih kuat darinya.

Dinamakan shahih lighairihi karena keshahihannya tidak berasal dari sanad awalnya sendiri, melainkan dari masuknya sanad lain yang menguatkannya.

Gambaran

Hasan lidzatihi + hasan lidzatihi = shahih lighairihi.

Tingkatan

Hadits shahih lighairihi lebih tinggi tingkatannya dari hasan lidzatihi dan lebih rendah dari shahih lidzatihi.

Contoh

Hadits Muhammad ibn ‘Amr, dari Abi Salamah, dari Abi Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة

Artinya: “Seandainya tidak karena akan memberatkan umatku, sungguh akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali shalat.”

Takhrij Hadits:

Hadits ini dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab ath-Thaharah bab Maa Jaa-a fii as-Siwak no. 22.

Al-Bukhari meriwayatkannya melalui jalur Abi az-Zinad dari al-A’raj dari Abi Hurairah.

Ibn as-Shalah berkata: Muhammad ibn ‘Amr ibn ‘Alqamah termasuk orang yang masyhur karena kejujuran dan pemeliharaan dirinya, tapi ia tidak termasuk seorang yang mutqin. Sehingga sebagian orang mendhaifkannya, karena buruk hafalannya, sedangkan sebagian yang lain mentsiqahkannya karena kejujuran dan keagungannya. Haditsnya dari sisi ini bernilai hasan. Ketika kemudian datang jalan periwayatan lain, kekhawatiran kita akan hadits ini karena buruk hafalannya menjadi hilang, dan sedikit kekurangan yang ada menjadi tidak ada lagi, sehingga sanadnya menjadi shahih, dan ia dimasukkan ke derajat shahih.

B. Hadits Hasan Lighairihi

Ta’rif

Hadits hasan lighairihi adalah hadits dhaif yang didukung oleh jalan periwayatan lainnya, selama sebab kedhaifannya bukan karena rawinya fasiq atau pendusta.

Hadits dhaif naik menjadi hadits hasan lighairihi karena dua hal, yaitu (1) hadits tersebut juga diriwayatkan melalui jalur lain, yang semisal dengannya atau lebih kuat, (2) sebab kedhaifannya karena buruk hafalan perawinya, terputus sanadnya atau majhul rijalnya.

Dinamakan hasan lighairihi karena kehasanannya tidak berasal dari sanad awalnya sendiri, melainkan dari masuknya sanad lain yang menguatkannya.

Gambaran

Dhaif + dhaif = hasan lighairihi.

Tingkatan

Hadits hasan lighairihi lebih rendah tingkatannya dari hadits hasan lidzatihi.

Jika terjadi ta’arudh antara hasan lighairihi dan hasan lidzatihi, maka yang diutamakan adalah hasan lidzatihi.

Hukum

Hasan lighairihi termasuk hadits maqbul dan bisa dijadikan hujjah.

Contoh (Menurut ath-Thahhan)

Hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (1113) dan beliau hasankan*, dari jalur Syu’bah, dari ‘Ashim ibn ‘Ubaidillah, dari ‘Abdillah ibn ‘Amir ibn Rabi’ah, dari ayahnya, bahwa seorang wanita dari Bani Fazarah menikah dengan mahar dua buah sandal, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘aradhiiti min nafsiki wa maaliki bi na’lain?’ Perempuan itu menjawab, ‘na’am’ Rasulullah kemudian menyatakan, ‘fa ajaazahu’.

At-Tirmidzi berkata: Pada bab ini juga diriwayatkan dari ‘Umar, Abu Hurairah, Sahl ibn Sa’id, Abi Sa’id, Anas, ‘Aisyah, Jabir dan Abi Hadrad al-Aslami.

Ath-Thahhan berkata: ‘Ashim dhaif karena buruk hafalannya. Dan at-Tirmidzi menghasankan hadits ini karena ia diriwayatkan juga melalui sisi yang lain.

Catatan saya: Pernyataan ath-Thahhan ini perlu diperhatikan lagi, karena setelah saya cek di kitab Sunan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi menyatakan hadits ‘Amir ibn Rabi’ah ini hadits hasan shahih. Wallahu a’lam.

Tambahan Catatan: Atau ada kemungkinan terdapat perbedaan naskah dari masing-masing cetakan Sunan At-Tirmidzi. Wallahu a’lam.

Selesai.

Rujukan

1. Taysir Mushthalah al-Hadits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan
2. Ma’rifah Anwa’ ‘Ulum al-Hadits karya Imam Ibn ash-Shalah
3. Shahih al-Bukhari karya Imam al-Bukhari
4. Sunan at-Tirmidzi karya Imam at-Tirmidzi

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *