Orang-orang Beriman Itu Bagaikan Satu Tubuh (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah At-Taubah, Ayat 71)

Ikhwah fillah, mari kita perhatikan firman Allah ta’ala berikut ini:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِناتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ

Artinya: “Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.” (QS. At-Taubah [9]: 71)

Imam Ibn Katsir rahimahullah menyatakan tentang ayat ini: “Mereka saling menolong dan saling mendukung”.

Imam Al-Baghawi rahimahullah menyatakan: “(Yaitu) dalam agama, persatuan, bantuan, dan pertolongan.”

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili hafizhahullah menyatakan: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, adalah umat yang satu, saling berhubungan, dukung-mendukung, dan tolong menolong. Hati-hati mereka bersatu dalam cinta dan kasih sayang.”

Ikhwah fillah, inilah ayat yang sangat jelas menyifati orang-orang yang beriman, bahwa mereka saling cinta dan berkasih-sayang, serta saling tolong-menolong dalam berbagai urusan mereka, selama bukan dalam hal maksiat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyatakan dengan tegas hal ini, seperti dua hadits beliau berikut ini, yang sama-sama diriwayatkan oleh Syaikhayn:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, yang sebagiannya mengokohkan bagian yang lain.”

مثل الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur.”

Sifat seperti inilah yang perlu terus kita kembangkan. Bukan malah sikap bermusuhan hanya karena beda madzhab atau pengajian. Bukan saling mencaci dan menghina hanya karena perbedaan yang tidak fundamental.

Wallahu a’lam wa ahkam.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *