Pentingnya Tafaqquh fid Diin (Kalam Ulama)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Ibn Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah, Amirul Mu’minin fil Hadits, ketika menjelaskan makna Hadits من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين menyatakan:

وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرمَ الْخَيْر

“Mafhum dari hadits ini adalah siapa saja yang tidak ber-tafaqquh fid diin, yaitu mempelajari prinsip-prinsip Islam dan yang berkaitan dengannya berupa perkara-perkara cabang (furu’), maka diharamkan baginya kebaikan.”

Sumber: Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, karya Ibn Hajar Al-‘Asqalani (1/165)

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *