Resep Qur’ani Bagi Hati yang Resah dan Gelisah (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Ar-Ra’d, Ayat 28)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Syaikh Ahmad Al-Maraghi rahimahullah, dalam kitab tafsir beliau, menyatakan maksud ayat ini adalah hanya dengan mengingat Allah sajalah hati orang-orang beriman menjadi tenteram, dengannya hilang seluruh resah dan gelisah. Cahaya iman yang mengalir pada diri seorang mukmin membuat semua rasa takut karena gamang dan risau terhadap kehidupan hilang, diganti dengan ketenangan dan ketenteraman.

Ini juga ditunjukkan oleh firman Allah ta’ala di tempat yang lain:

ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلى ذِكْرِ اللَّهِ

Artinya: “Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar [39]: 23)

Ikhwah fillah, inilah sebenarnya resep Qur’ani terhadap resah dan gelisahnya kehidupan kita saat ini. Obat terhadap semua keresahan, kegamangan terhadap kehidupan, ketakutan akan masa depan yang tidak jelas, adalah dzikrullah, mengingat Allah.

Sebagian orang berusaha mencari solusi terhadap kegelisahan dalam kehidupan dengan jalan-jalan dan rekreasi. Ada juga dengan menghabiskan waktu menjalankan hobi seperti memancing, memelihara hewan, main bola, dan semisalnya. Ada juga yang mengikuti program-program training mahal, hanya untuk mencari ketenangan hidup. Yang paling parah, ada yang mencari ketenangan dengan narkotika dan minuman keras.

Semua ini jelas tidak ada manfaatnya untuk mengobati kegelisahan hidup, jika tak membuat kita semakin dekat dengan Allah dan sering mengingat-Nya. Sebenarnya obat itu ada pada sujud kita yang panjang saat shalat, ada pada tilawah kita terhadap Al-Qur’an sambil mentadabburi ayat-ayatnya, serta rutin melafalkan kalimat thayyibah. Obat terhadap kegelisahan hidup kita adalah dengan mengingat Allah, merenungi kebesaran dan keagungan-Nya, serta mengingat besarnya pahala yang akan diberikan-Nya bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Di sisi yang lain, saat mengingat kemurkaan Allah bagi orang-orang kafir dan ahli maksiat, serta pedihnya siksa neraka, bergetar hati orang-orang yang beriman karena takutnya pada siksa Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.” (QS. Al-Anfaal [8]: 2)

Inilah orang-orang yang beriman. Hatinya akan tenang dan tenteram, tak ada resah dan gelisah, saat mengingat kebesaran, keagungan dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala, serta mengingat besarnya pahala yang diberikan Allah ta’ala bagi orang-orang yang beriman. Sebaliknya, hatinya akan gemetar ketakutan saat mengingat dahsyatnya siksa dari Allah bagi orang-orang yang durhaka.

Wallahu a’lam wa ahkam.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *