Terjaganya Diin Islam Hingga Akhir Zaman (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Al-Hijr, Ayat 9)

Allah tabaraka wa ta’ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9)

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, demikian juga para ahli tafsir lainnya, mutaqaddimin dan mutaakhkhirin, menyatakan bahwa ayat ini merupakan jaminan dari Allah ta’ala bahwa Dia akan menjaga Al-Qur’an Al-Karim dari perubahan dan penggantian, dari penambahan maupun pengurangan, hingga hari kiamat.

Ini merupakan keistimewaan Al-Qur’an Al-Karim yang tidak dimiliki kitab samawi lainnya. Kitab samawi lainnya tidak dijamin oleh Allah akan terjaga hingga akhir zaman. Kita pun sudah tahu bahwa kitab-kitab tersebut telah mengalami banyak sekali penggantian dan pemalsuan. Ini tidak terjadi pada Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya, tidak sedikit pun mengalami penambahan atau pengurangan. Al-Qur’an yang ada di generasi shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in sama dengan yang ada di generasi kita.

Terjaminnya Al-Qur’an dari perubahan dan penggantian ini merupakan salah satu cara Allah ta’ala menjaga agama ini. Hal ini misalnya dijelaskan oleh Syaikh Zaid ibn ‘Abdil Karim Az-Zaid, dalam kitab beliau, Fiqhus Sirah. Beliau menjelaskan bahwa Allah akan menjaga agama ini dengan dua cara, yaitu:

1. Allah subhanahu wa ta’ala akan menjaga Al-Qur’an Al-Karim dari penggantian, pengurangan, penambahan dan perubahan. Hal ini disampaikan oleh Allah ta’ala dalam surah Al-Hijr ayat 9, yang sudah kita sebutkan di atas.

2. Allah subhanahu wa ta’ala selalu memunculkan sekelompok orang dari umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di setiap masa yang senantiasa komitmen berada di jalan kebenaran. Ilmu dan amal mereka menjadi cahaya Islam yang menerangi siapa saja yang menginginkan jalan kebenaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

Artinya: “Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku, mereka komitmen di atas kebenaran. Orang-orang yang mengucilkan mereka tak akan membahayakan mereka. Hingga datang ketetapan Allah, sementara mereka tetap dalam keadaan seperti itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Setiap kali ada di antara umat ini yang berusaha mengubah agama, maka Allah akan memunculkan generasi yang meluruskan kesalahan dan kekeliruan tersebut. Umat Islam tak akan pernah sepakat dalam kesesatan dan kesalahan.

Semoga kita semua diberi karunia oleh Allah ta’ala menjadi bagian dari thaifah yang diberkahi ini, dan dijauhkan dari kelompok-kelompok yang mengajak pada ta’ashshub yang tercela dan perpecahan umat.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *