Ujian Bagi Orang Yang Beriman (Tadabbur Al-Qur’an)

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

TADABBUR AL-QUR’AN
(Surah Al-‘Ankabuut, Ayat 2)

Allah tabaaraka wa ta’aalaa berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedangkan mereka tidak diuji?”

Menurut Az-Zuhaili, pertanyaan pada ayat ini merupakan istifham inkari, pertanyaan yang menunjukkan pengingkaran. Artinya, tentu saja Allah akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai kadar keimanan mereka.

Hal ini sesuai dengan hadits shahih, saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, siapakah orang yang paling berat ujiannya, beliau menjawab:

الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

Artinya: “Para Nabi, kemudian orang-orang yang memiliki keutamaan secara bertingkat. Seseorang diuji berdasarkan kadar agamanya. Jika agamanya kokoh, akan berat ujiannya. Jika agamanya lemah, ia akan diuji sesuai kadar agamanya.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya. At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan shahih)

Ikhwah fillah, ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas tentang sunnatullah, adanya ujian bagi hamba-hamba-Nya sesuai kadar keimanan mereka. Secara umum, orang-orang beriman diuji dengan taklif-taklif syariah. Mereka dibebani kewajiban ibadah, dengan mengorbankan waktu, harta, bahkan jiwanya di waktu-waktu tertentu. Mereka juga dilarang melakukan berbagai kemaksiatan, yang sebenarnya syahwat mendorong untuk melakukannya.

Allah pun menguji hamba-hamba-Nya sesuai kadar keimanan mereka. Yang keimanannya tinggi, akan diuji dengan ujian yang berat. Sedangkan yang lemah imannya, akan diuji sesuai tingkat keimanannya.

Ujian-ujian semacam ini bertujuan untuk membedakan antara orang-orang mukmin yang ikhlas dengan orang-orang munafiq, antara orang-orang yang istiqamah di jalan Allah dengan orang-orang yang goncang imannya. Masing-masing akan diberi balasan oleh Allah sesuai amal mereka.

Az-Zuhaili menegaskan bahwa sunnatullah semacam ini tidak hanya berlaku bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun berlaku sepanjang masa untuk hamba-hamba-Nya, baik di masa lalu, sekarang, dan di masa depan. Kita pun tentu sudah sering mendengar bagaimana ujian yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi dan Rasul terdahulu beserta umat mereka. Inilah sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman.

Ikhwah fillah, ujian dari Allah ta’ala tentu akan datang pada kita masing-masing, sesuai kadar keimanan kita. Ujian tersebut pun beragam bentuknya. Ada yang diuji dengan kekayaan, ada pula yang diuji dengan kefakiran. Ada yang diuji dengan popularitas dan sanjung puji manusia, ada pula yang diuji dengan kehinaan di hadapan manusia. Ada yang diuji dengan hidup di daerah konflik dan jihad, ada juga yang diuji tinggal di daerah yang aman damai. Semua adalah ujian dari Allah ta’ala, untuk menunjukkan siapa yang benar imannya, siapa pula yang palsu.

Kita tentu tak perlu menantang Allah ta’ala, meminta ujian yang paling berat, karena ini merupakan su-ul adab terhadap sang Khaliq. Bahkan kita dianjurkan oleh Allah ta’ala untuk berdoa, memohon agar tak dibebani dengan beban-beban berat yang tak sanggup kita pikul. Kita juga dianjurkan untuk meminta apa saja yang merupakan hajat hidup kita, selama itu tak mengurangi tawakkal kita kepada Allah ta’ala.

Namun, jika Allah –dengan kehendak-Nya– menguji kita dengan satu ujian, maka kita perlu sadar bahwa ini adalah ujian dari-Nya, untuk menguji kualitas kita, apakah kita termasuk orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya, atau jangan-jangan (na’uudzubillaahi min dzaalik) kita merupakan cucu ideologis dari ‘Abdullah ibn Ubay ibn Salul.

Semoga Allah ta’ala mengaruniai kita sikap istiqamah, selalu berjalan di atas manhaj Islam yang haq hingga akhir hayat kita.

Wallahul musta’aan.

Muhammad Abduh Negara

Pengelola Program Tafaqquh Fid Diin (TFD) Banjarmasin; Alumni S1 Syariah (Ta'lim 'An Bu'd) Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa'ud, Saudi Arabia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *